Pengalaman Pertama Menggunakan Icom IC-2300H dengan Yaesu FT-2900

28 Dec 2016

Teknologi komunikasi radio tetap tidak bisa ditinggalkan para penggemarnya. Walau banyak vendor yang menawarkan produk barunya dengan harga murah, masih banyak yang mengidolakan brand buatan dari negeri Sakura. 

Handy Talkie (HT) adalah radio komunikasi pertama yang saya miliki. Buatan dari negeri Tirai Bambu dan bisa digunakan untuk dual band frekuensi, yaitu VHF dan UHF. 

Seiring dengan perjalanan waktu dan bergelut dengan rekan organisasi RAPI, perlahan mulai hijrah ke arah lebih baik. Mencoba membeli radio komunikasi ukuran besar (rig) dan memiliki daya pancar yang besar pula. 

Berbekal pengalaman dan informasi dari internet, saya mulai mengikuti kegiatan lelang radio komunikasi. Harapannya adalah untuk mencoba radio rig yang saya menangkan dan bisa dilelang lagi jika tidak cocok dengan produk tersebut. 

Awalnya saya memenangkan rig Icom IC-2300H, radio yang memiliki daya pancar 65 watt. Modelnya yang kekinian, warna lampunya bisa diganti dengan sesuai keinginan (hijau-oranye-kuning). Mempunyai fitur cloning frekuensi, ketika personal (user) malas mengatur (setting) dari awal. Warna yang hitam maskulin, menjadikan radio ini banyak ditunggu bursa lelang radio bekas. 

Saat dicoba beberapa hari, suara yang dihasilkan pada speakernya relatif sember (orang Jawa bilang cempreng). Hal ini yang menjadikan ketidakpuasan saya terhadap produk tersebut. Alhasil, dalam hitungan hari langsung saya lelang pada forum pecinta radio komunikasi. 

Harga beli dan harga jualnya, selisihnya tidak terlalu banyak. Hitungan angka memang rugi, namun saya menang banyak pada penggunaan. Ibaratnya, saya membayar biaya sewa sekitar 50 ribu. 

Lelang kedua, saya mendapatkan rig Yaesu FT-2900R. Pesawat radio komunikasi yang memiliki daya pancar paling besar di kelasnya, yaitu 75 watt.

Radio yang mendapat julukan ‘The King of Mobile‘ ini, kekuatan (power) daya pancarnya bisa ditambahkan secara manual. Tak harus menggunakan software, karena sudah tersedia tombol bantuan di sisi depannya.

Bisa mati (off) dengan sendirinya, jika suhu radio mencapai lebih dari 60° Celcius. Tampilan layarnya lebih besar dan bisa menampilkan angka frekuensi sebanyak 6 digit. 

Radio ini terbilang aman karena memiliki heatsink lebih besar, jadinya tahan terhadap panas. Speakernya yang menghadap ke bawah, aman jika dipasang pada dashboard bawah menggunakan bracket. 

Saat direct, daya pancarnya mencapai kota Sukabumi dari lokasi 85 (direct). Sedangkan pada saat menggunakan repeater (RPU), frekuensi bisa diterima dengan baik oleh rekan di kota Medan 

Kekurangannya adalah jangan pernah memasang radio ini dengan antena F23H. Menurut rekan lain yang berpengalaman, akan mengakibatkan speleteran yang lumayan besar pada penerimaan frekuensi. 

Dari semua kelebihan dan kekurangannya, saya mulai nyaman menggunakan rig Yaesu FT-2900 sekarang ini. InsyaAllah tidak akan pernah ganti lagi, kecuali dikasih :)


TAGS Teknologi


-

Follow my twitter @JZ09LKP_