Mobile Radio Mini Rig QYT KT8900, Walau Imut tapi Gahar!

10 Jul 2016

Pesatnya perkembangan teknologi sekarang ini, tak menyurutkan vendor radio komunikasi untuk terus berinovasi. Walau designnya hampir selalu sama (kotak nan tebal) pada setiap keluaran produknya, masih banyak orang yang minat untuk memilikinya sebagai sarana komunikasi bebas pulsa.

Radio komunikasi yang paling banyak digunakan sekarang ini adalah frekuensi VHF dan UHF. Selain harganya yang murah, device ini mudah ditemukan di toko elektronik. Baik itu konvesional maupun toko online, contohnya Glodok Super Murah.

Cuti bersama yang diberlakukan pemerintah Indonesia terhadap semua perusahaan, memberikan saya keleluasaan untuk mencicipi Mobile Radio Mini Rig QYT KT8900. Perangkat radio komunikasi dari negeri tirai bambu ini, bekerja pada dua frekuensi (dual band) yaitu VHF dan UHF.

Bentuknya yang ringkas (seukuran telapak tangan orang dewasa), menjadikan perangkat ini mudah dibawa kemana saja (mobile). Walau imut, namun kekuatan daya pancarnya sangat gahar yaitu 25 Watt (VHF) dan 20 Watt (UHF).

Oh ya! Mobile Radio Mini Rig QYT KT8900 ini, bekerja pada frekuensi 136-174 MHz (VHF) dan 400-480 MHz (UHF1). Rumornya, perangkat ini bisa dimaksimalkan lagi range frekuensi pada kisaran 240-260 MHz dan 480-520 MHz (UHF2). Secara pribadi, saya belum bisa membukanya. Selain tidak memiliki kabel data, belum punya software-nya.

Ingin tahu bentuk fisiknya? Silakan tonton video unboxingnya pada vlog di bawah ini :

Saking imutnya, terbesit hasrat ide untuk memasangnya pada motor (kendaraan roda 2). Bahkan sempat membeli perangkat tambahan semacam konektor Cigar Plug (lighter pada mobil) sebagai power suply, juga bracket untuk memasang antena jenis Super Gainer produksi D Antenna.

Pada saat dicoba langsung pada motor, awalnya normal. Bahkan pada saat pengetesan penerimaan dan pancaran frekuensi, bisa diterima dengan baik oleh teman-teman RAPI Kramat Jati (143.700 VHF). 

Kurang lebih pada menit ke-20, RIG sangat panas banget saat dipegang. Takut terjadi apa-apa, segera saya nonaktifkan dan mendinginkannya dengan kipas besar.

Kesimpulan pertama, radio rig ini belum saya butuhkan untuk pemasangan di motor. Selain harus menyediakan box besar sebagai penyimpanan, juga harus menambahkan kipas didalamnya.

Masak iya, semua perangkat dijadikan satu dalam box? Selain modalnya sangat banyak untuk membeli box besar, saya harus menyediakan kipas juga sebagai pendingin.

Jika semuanya disambungkan menjadi satu dalam accu (aki) motor yang saya gunakan, bisa cepet tekor batrrey-nya. Apalagi motor yang saya gunakan jenis matic, yang mana selalu membutuhkan kelistrikan agar bisa digunakan dengan baik dan lancar.

Vlog review-nya, bisa dilihat di bawah ini :

Hari berikutnya, saya mencobanya sebagai base station. Sebab, secara pribadi yang ingin tahu maksimal daya tahannya, membeli accu baru jenis basah merk Aspira dengan daya 12 Volt. Juga kipas angin yang murah sebagai pendingin RIG agar tidak terlalu panas saat digunakan. Antena masih tetap menggunakan Super Gainer.

Perangkat yang seharusnya membutuhkan daya arus DC 13,8 Volt, bisa bekerja dengan baik. Keluaran output speakernya yang berdaya 2 Watt, memberikan hasil memuaskan!

Saat mencoba direct (komunikasi langsung), pancaran radio bisa diterima dengan jelas oleh teman RAPI di kawasan Ciputat pada frekuensi (rahasia). Saat digunakan pada stasiun radio repeater RAPI Nasional pada frekuensi 143.550 MHz, penerimaan dan pancaran juga sangat jelas.

Saya sangat puas dengan kinerja radio komunikasi ini! Walau imut tapi hasilnya sangat gahar!

Anda tertarik untuk memilikinya? Silakan hubungi toko radio komunikasi terdekat anda. Sebab harganya sangat terjangkau, yaitu di kisaran Rp 1,3 - 1,5 Juta!

 


TAGS Teknologi


Comment
-

Follow my twitter @JZ09LKP_